Dalam perkembangannya, jenis asuransi syariah ini pada dasarnya memiliki banyak keuntungan jika dibandingkan dengan asuransi konvensional. Sehingga yang demikian menciptakan adanya perbedaan yang mendasar antara kedua jenis asuransi tersebut.

Misalnya apabila seseorang hendak mengajukan atau membeli asuransi jiwa dari Allianz, AIA, Sinarmas, atau lain – lain pastinya ada beberapa keuntungan yang ditawarkan dibandingkan dengan jenis asuransi jiwa biasa. Namun sebelumnya ketahui terlebih dulu dasar – dasar hukum asuransi syariah berikut ini.

Dasar Hukum Asuransi Syariah

Asurasi syariah merupakan jenis asuransi halal yang memang dikelola dengan menerapkan dasar – dasar hukum syariah yang ada. Seperti yang kita tahu bersama bahwa asuransi yang berbasiskan syariah pada umumnya akan menerapkan hukum – hukum Islam di dalamnya, sehingga jauh lebih aman digunakan umat muslim khususnya.

Asuransi syariah juga didefinisikan sebagai sekumpulan perjanjian yang dibuat atas antara perusahaan asuransi syariah dengan pemegang polis atau nasabah. Asuransi syariah dibuat dalam rangka pengelolaan kontribusi yang didasarkan pada prinsip syariah untuk memberikan perlindungan atau saling tolong menolong. Adapun tujuan dari asuransi syariah diantaranya sebagai berikut.

  • Memberi pergantian akibat kerugian, kerusakan, kehilangan, biaya yang timbul, dan tanggung jawab hukum kepada pemegang polis atau nasabah. Dengan syarat, ada suatu peristiwa yang melatarbelakangi hal tersebut.
  • Memberi bayaran berdasarkan syarat – syarat yang ditentukan dalam surat perjanjian asuransi syariah tersebut. Misalnya bayaran akan dibayarkan kalau pemegang polis meninggal. Besar kecilnya bayaran ditentukan berdasarkan hasil pengelolaan dana.

Hampir sama dengan pengertian asuransi dari Undang Undang No 40 tahun 1992, dimana menurut Dewan Syariah Nasional asuransi syariah adalah bentuk usaha saling memberikan perlindungan atau saling tolong menolong diantara sejumlah orang atau pihak lewat investasi dalam bentuk aset atau tabarru’, yang menawarkan pola pengembalian untuk menghadapi segala resiko lewat perikatan atau akad sesuai syariah yang ada.

Tidak heran jika di dalam asuransi terdapat akad yang harus sesuai dengan syariah atau hukum Islam. Yang mana akad tersebut tidak boleh mengandung unsur – unsur sebagai berikut.

  • Gharar (penipuan)
  • Maysir (perjudian)
  • Riba
  • Zhulm (penganiayaan)
  • Risywah (suap)
  • Barang haram
  • Maksiat

Lalu jika dilihat berdasarkan hasil kesepakatan dan keputusan mayoritas ulama dalam Dewan Syariah Nasional, pengertian asuransi syariah ini adalah jenis asuransi halal yang di dalamnya menerapkan prinsip – prinsip kebersamaan, saling membantu, dan mengambil beban maupun resiko bersama. Dengan begitu tujuan komersil bukan lagi dijadikan sebagai hal utama yang harus didapatkan dalam jenis asuransi syariah.

Jika didasarkan pada uraian tersebut dan kesepakatan serta keputusan ulama tersebut maka pelaksanaan asuransi syariah ada pada dasar hukum Islam dari sumber Al Quran, hadist, atau pun pendapat mayoritas ulama yang dijadikan landasan serta prinsip dalam pelaksanaannya. Di bawah ini adalah beberapa aspek yang wajib terkandung dalam asuransi syariah.

  • Resiko. Dalam jenis asurasi syariah ini resiko akan dibebankan kepada semua belah pihak, baik nasabah atau perusahaan asuransi syariah itu sendiri.
  • Pengelolaan dana. Umumnya dana yang dikelola sifatnya transparan dan keuntungan yang didapatkan akan dibagikan kepada nasabah atau pemegang polis dan perusahaan dengan sistem bagi hasil.
  • Akad atau perikatan. Lalu untuk akad dalam asuransi syariah sendiri biasanya digunakan berdasarkan akad hibab, bukannya akad jual beli.
  • Dana yang dimiliki bersama (semua nasabah asuransi) dan perusahaan asuransi syariah hanya lebih kepada pengelola dana saja.
  • Keuntungan. Apabila nominal keuntungan cukup banyak, maka yang diuntungkan adalah semua nasabah dan perusahaan.
  • Kewajiban zakat. Zakat dalam asuransi syariah adalah hal yang wajib bagi semua nasabah.
  • Pengawasan. Badan pengawasan yang berhak dan ditunjuk dalam hal ini adalah Dewan Syariah Nasional atau DSN.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang dasar hukum asuransi syariah. Semoga informasinya bermanfaat.

Leave a comment

Minimum 4 characters

Dapatkan Penawaran Asuransi Anda